Rabu, 20 Januari 2016

Melamar Jadi Polisi

Detektif by Kapanlagi

Jono mencoba untuk melamar menjadi anggota kepolisian. Oleh karena itu ia harus menjalani suatu test di hadapan seorang perwira. Karena sadar bahwa pemuda ini tidak terlalu cerdas, maka sang perwira hanya menanyakan sebuah pertanyaan yang sederhana.
"Jono," kata si perwira, "Tahukah kau siapa yang membunuh Yesus Kristus?"
Jono berfikir keras, tetapi tidak satu katapun dia ucapkan.
"OK," kata si perwira. "Kamu tak perlu cemas. Pulanglah ke rumah dan coba pikirkan lagi jawabannya. Besok kau kutunggu di sini."
"Bagaimana, Jon?" tanya ibunya pada saat makan malam, "Apakah kau diterima?"
"bukan hanya diterima, bu," katanya sambil tersenyum lebar, "Bahkan saya sudah ditugasi untuk memecahkan sebuah kasus pembunuhan."

Read more

Memang Sebagian Ada Yang Mirip

Gorila by wow keren

Ada seorang pejabat yang diundang untuk meresmikan sebuah pameran lukisan, tetapi ketika di tempat pameran, si pejabat lupa tidak membawa kacamata. Ia lalu berbisik kepada ajudannya yang benama Tono.

Pejabat: "Tono, saya lupa bawa kacamata...!"
Tono: "Siap, Bos! Tenang, tidak apa-apa, nanti saya bantu jelaskan setiap lukisan yang kita lihat."

Selesai peresmian, si pejabat jalan-jalan melihat beberapa lukisan, diikuti oleh udangan yang hadir di peresmian itu.

Mereka tiba di lukisan pertama,

Pejabat: "Wah, lukisan ikan ini indah sekali..."
Tono: (berbisik) "Bos, itu lukisan Buaya..."
Pejabat: (sambil ngeles) "Ya, saking cantiknya, buaya ini jadi seperti ikan.."

Lanjut melihat lukisan kedua,
Pejabat: "Nah, lukisan banteng ini gagah sekali.."
Tono: "Pak, itu lukisan Gajah..."
Pejabat: "Owh, karena gadingnya seperti tanduk banteng.." (ngeles lagi)

Akhirnya, si Pejabat menuju ke lukisan yang lain...
Pejabat: "Nah, ini ukisan yang paling saya suka. Gorila di lukisan ini kelihatan sangat hidup. Saya mau membelinya!"
Tono: (sambil berbisik panik) "Pak, itu bukan lukisan, tapi itu cermin..."

Read more

Kura-Kura Memanjat Pohon

Kura-kura by Goenk Bowo

Seekor kura-kura kecil mulai memanjat sebuah pohon dengan perlahan-lahan. Setelah selama berjam-jam mencoba, ia akhirnya sampai ke puncak, kemudian melompat sambil mengepakkan kaki-kakinya. Ia jatuh dengan keras ke tanah. Setelah sadar, ia memanjat lagi, lompat lagi, dan jatuh lagi. Kura-kura itu terus mencoba, sementara sepasang burung di atas pohon mengamati kura-kura itu dengan penuh rasa iba.

Kemudian burung betina berkata kepada suaminya, "Sayang, saya rasa inilah saatnya untuk memberitahu kura-kura kecil kita kalau dia adalah anak adopsi."

Read more

Tebakan Part #1

Sincan Menjawab
1
Dimana rahasia dari lezatnya TAHU?
ketika u menjadi i
2
Benda Panjang, Bentuk Lonjong dan Bulat Huruf Depannya "K" huruf belakangnya "L" Bisa dipegang oleh wanita maupun pria ?
KapsuL
3
Benda apa yang bulat, seperti lingkaran, ditengah2nya ada kacangnya bisa di jilat, bisa di makan, huruf depannya M belakang K ?
MartabaK
4
Kenapa pohon kelapa di depan rumah harus ditebang?
Soalnya kalo dicabut berat
5
Belalang apa yang dapat meloncat lebih tinggi dari menara Eifel?
Semua belalang, soalnya menara Eifel nggak bisa lompat
6
Telor apa yang paling enak?
Telor yang lagi gatel trus digaruk-garuk
7
Apa perbedaan rok dengan roket?
Roket makin keatas makin nggak kelihatan sedangkan rok makin keatas makin kelihatan
8
Apa perbedaan antara apel dan upil?
Kalau apel di taruh di atas meja. Kalau upil dioles di bawah meja
9
Oleh-oleh apa yang dibawa kakek-kakek kalo pulang dari berendam di laut?
Telor asin
10
Bagaimana membuat orang idiot tertawa pada hari senin?
Ceritakan humor pada hari minggu

Read more

Nasrudin dan Tiga Orang Bijaksana

Bijaksana by Lumbungpuisi

Pada suatu hari ada tiga orang bijak yang pergi berkeliling negeri untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang mendesak. Sampailah mereka pada suatu hari di desa Nasrudin. Orang-orang desa ini menyodorkan Nasrudin sebagai wakil orang-orang yang bijak di desa tersebut. Nasrudin dipaksa berhadapan dengan tiga orang bijak itu dan di sekeliling mereka berkumpullah orang-orang desa menonton mereka bicara.

Orang bijak pertama bertanya kepada Nasrudin, "Di mana sebenarnya pusat bumi ini?"
Nasrudin menjawab, "Tepat di bawah telapak kaki saya, saudara."
"Bagaimana bisa saudara buktikan hal itu?" tanya orang bijak pertama tadi.
"Kalau tidak percaya," jawab Nasrudin, "Ukur saja sendiri."
Orang bijak yang pertama diam tak bisa menjawab.

Tiba giliran orang bijak kedua mengajukan pertanyaan. "Berapa banyak jumlah bintang yang ada di langit?"
Nasrudin menjawab, "Bintang-bintang yang ada di langit itu jumlahnya sama dengan rambut yang tumbuh di keledai saya ini."
"Bagaimana saudara bisa membuktikan hal itu?"
Nasrudin menjawab, "Nah, kalau tidak percaya, hitung saja rambut yang ada di keledai itu, dan nanti saudara akan tahu kebenarannya."
"Itu sih bicara goblok-goblokan," tanya orang bijak kedua, "Bagaimana orang bisa menghitung bulu keledai."
Nasrudin pun menjawab, "Nah, kalau saya goblok, kenapa Anda juga mengajukan pertanyaan itu, bagaimana orang bisa menghitung bintang di langit?"
Mendengar jawaban itu, si bijak kedua itu pun tidak bisa melanjutkan.

Sekarang tampillah orang bijak ketiga yang katanya paling bijak di antara mereka. Ia agak terganggu oleh kecerdikan nasrudin dan dengan ketus bertanya, "Tampaknya saudara tahu banyak mengenai keledai, tapi coba saudara katakan kepada saya berapa jumlah bulu yang ada pada ekor keledai itu." "Saya tahu jumlahnya," jawab Nasrudin, "Jumlah bulu yang ada pada ekor kelesai saya ini sama dengan jumlah rambut di janggut Saudara."
"Bagaimana Anda bisa membuktikan hal itu?" tanyanya lagi. "Oh, kalau yang itu sih mudah. Begini, Saudara mencabut selembar bulu dari ekor keledai saya, dan kemudian saya mencabut sehelai rambut dari janggut saudara. Nah, kalau sama, maka apa yang saya katakan itu benar, tetapi kalau tidak, saya keliru."

Tentu saja orang bijak yang ketiga itu tidak mau menerima cara menghitung seperti itu. Dan orang-orang desa yang mengelilingi mereka itu semakin yakin Nasrudin adalah yang terbijak di antara keempat orang tersebut.

Read more

Mencari Istri Berdasarkan Fitur Komputer

Komputer Desktop by Oprecode

Joni, seorang pakar komputer, berkeyakinan wanita yang ideal untuk dijadikan istri harus memenuhi kriteria: COMPATIBLE,UPGRADABLE, MULTI-TASKING, USER-FRIENDLY dan punya INTERFACE yang menarik sekaligus ergonomic.

Joni kurang mendukung pernikahan antar agama, menurutnya AGAMA pada dasarnya merupakan OPERATING SYSTEM dimana ajaran yang ditetapkan didalamnya merupakan NATIVE APPLICATION yang lebih pas untuk suatu jenis OS tertentu.

Masa lajang Joni berakhir setelah ia bertemu dengan Wina, gadis yang ia anggap memenuhi kriteria yang ditetapkan. Namun sayang, perkawinan mereka tidak berumur panjang setelah Joni mengetahui Wina mempunyai tabiat khusus yang tidak bisa dihilangkan: MULTI-USER

Read more

Masalah Sulit Bangun Pagi

Sulit Bangun Pagi by Kapanlagi

Paino sangat kesulitan untuk bangun pagi dan selalu terlambat sampai kantor. Bosnya memarahinya dan mengancam akan memecatnya jika ia tidak berusaha memerbaiki masalahnya itu.

Maka Paino pergi ke dokter langganannya, yang kemudian memberinya sebuah pil dan menyuruhnya untuk meminumnya sebelum ia tidur. Paino tidur sangat nyenyak, bahkan ia bangun 2 jam lebih awal dari waktu yang diaturnya pada jam alarm. Ia menikmati makan pagi yang enak dan berangkat kerja dengan ceria.

"Bos," katanya, "Pilnya benar-benar bekerja!"

"Bagus kalau begitu," kata si bos, "tapi kemarin kamu ke mana?"

Read more